Ini Besaran Denda Bila Telat Bayar Pajak Kendaraan Bermotor

Cartalog – Pajak kendaraan bermotor harus dibayar tiap tahun cocok dengan bertepatan pada jatuh tempo. Saat ini ini pembayaran pajak kendaraan spesial satu tahunan dapat dicoba secara online ataupun juga di gerai- gerai pembayaran yang telah disediakan di tiap wilayah di Indonesia. Dengan begitu, owner kendaraan bermotor baik roda 2 ataupun roda 4 tidak butuh tiba langsung ke kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap( Samsat) cuma buat melaksanakan pembayaran pajak kendaraan. Walaupun terdapat bermacam- macam kemudahan dalam pembayarannya, nyatanya tidak sedikit owner kendaraan yang menunggak pajak tahunan.

Apalagi tunggakan pajak dapat hingga lebih dari 5 tahun. Dengan terdapatnya tunggakan tersebut, otomatis owner kendaraan pula hendak dikenakan sanksi keterlambatan pembayaran.

Denda yang dijatuhkan untuk harus pajak yang terlambat tiap wilayah berbeda- beda bergantung dengan kebijakan dari pemerintah wilayah setempat. Semacam halnya di daerah DKI Jakarta, Humas Tubuh Pemasukan Wilayah( Bapenda) DKI Jakarta Herlina Ayu menarangkan, buat denda keterlambatan pembayaran pajak sebesar 2 persen tiap bulannya.

Ketentuan menimpa besaran denda pajak di daerah DKI Jakarta mengacu pada Peraturan Wilayah( Perda) DKI Jakarta no 6 tahun 2010 tentang Syarat Universal Pajak Wilayah( KUPD).“ Dalam pasal 12( 6) dipaparkan kalau apabila pembayaran pajak terutang sehabis jatuh tempo pembayaran sebagaimana diartikan pada ayat( 1), ayat( 2) serta ayat( 3) dikenakan bunga keterlambatan sebesar 2 persen tiap bulannya,” ucapnya kepada Kompas. com, Jumat( 28/ 8/ 2020).

Baca Juga : Yuk Cari Tau Cara Menghitung Pajak Mobil Sendiri

Herlina pula berkata, buat pembayaran pajak kendaraan yang terlambat lebih dari satu tahun tidak dapat dicoba di gerai- gerai ataupun secara daring.“ Jika membayar pajak di gerai itu ataupun di kecamatan itu yang di dasar satu tahun, namun jika yang lebih dari satu tahun wajib tiba langsung ke kantor Samsat induk,” katanya. Kebijakan yang berbeda diterapkan di daerah Wilayah Istimewa Yogyakarta( DIY). Kepala Bidang Anggaran Pemasukan, Dinas Pemasukan Pengelolaan Keuangan serta Peninggalan( DPPKA) DIY Gamal Suwantoro berkata, buat daerah Yogyakarta denda buat bulan awal dihitung sebesar 25 persen.

Hallo Sobat Pajak. Sehubungan dengan kondisi tanggap darurat Covid-19, Samsat Keliling tetap beroperasi (lokasi tertentu). Syarat perpanjangan pajak kendaraan bermotor sebagai berikut: 1. Tidak memiliki tunggakan pajak kendaraan bermotor lebih dari 1 tahun 2. Membawa KTP Pemilik asli beserta fotokopi 3. Membawa BPKB asli beserta fotokopi 4. Membawa STNK asli beserta fotokopi 5. Surat kuasa disertakan materai dan fotokopi KTP penerima kuasa apabila dikuasakan Yuk segera datang ke Samsat Keliling pada: Senin – Jumat : 08.00 – 12.00 WIB Kami hadir untuk Sobat Pajak memberikan pelayanan yang cepat dan tepat. #Pajak #PajakJakarta #PajakKendaraanBermotor #SWDKLLJ #SamsatJakarta #SamsatKeliling #BapendaJakarta #NTMCPolri #JasaRaharja #JktInfo #DKIJakarta @ntmc_polri @pt_jasaraharja @jktinfo @dkijakarta

null

“ Buat keterlambatan bulan awal dendanya sebesar 25 persen dari Pajak Kendaraan Bermotor( PKB). setelah itu buat keterlambatan di bulan selanjutnya sebesar 2 persen buat serta berlaku optimal 24 bulan, tetapi saat ini masih diterapkan leluasa denda,” katanya. Tidak hanya denda pajak kendaraan bermotor( PKB) owner kendaraan yang terlambat membayar pajaknya pula hendak dikenakan sanksi denda lain. Sedangkan buat Sumbangan Harus Dana Musibah Kemudian Lintas Jalur( SWDKLLJ) sebesar Rp 32. 000 buat sepeda motor serta Rp 100. 000 buat kendaraan roda 4.